Peran Ulama dalam Jam'iyah NU
Aswaja kelas 6 bab 2
PERAN ULAMA DALAM JAM'IYAH NU
A. Peran Ulama Sebagai Pendiri NU
NU didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 ( 16 Rajab 1344 H). Pendirinya adalah para ulama pondok pesantren antara lain :
- KH Muhammad Hasyim Asy’ari (Tebuireng Jombang)
- KH Abdul Wahab Hasbullah ( Surabaya)
- KH Bisri Syamsuri ( Denanyar Jombang)
- KH Raden Aswanawi (Kudus)
- KH Makhsum (Lasem)
- KH Ridlwan (Semarang)
- KH Nawawi (Pasuruan)
- KH Nahrawi ( Malang)
- KH Ridlwan (Surabaya)
- KH Alwi Abdul Azizi (Surabaya)
- KH Abdullah Ubaid (Surabaya)
- KH Abdul Halim (Cirebon)
- KH Ndoro Munthaha (Bangkalan Madura)
- KH Dahlan (Kertosono)
- KH Abdullah Faqih (Gresik)
B. Peran Ulama Sebagai Pemimpin Tertinggi NU
Ulama mempunyai peranan penting sebagai pemimpin tertinggi NU baik secara struktural maupun secara kultural. Ulama adalah pemimpin tertinggi bagi masyarakat yang selalu berdakwah menjaga jam’iyah dan faham ahlusunnah wal jamaah
C. Peran Ulama Sebagai Pemelihara Ajaran Aswaja
NU merupakan wadah untuk mempersatukan, memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran ahlusunnah wal jamaah di Indonesia.
Dasar menegakkan agama Allah dan nilai kemanusiaan adalah :
- Persaudaraan sejati (al-ukhuwah)
- Persamaan ( al-musawah)
- Keadilan (al-adalah)
Upaya untuk memelihara dan melestarikan ajaran ahlussunnah wal jamaah antara lain :
- Meneliti kitab-kitab yang menjadi pegangan dalam pembelajaran Islam di pesantren, madrasah dan sekolah NU
- Menerbitkan buku-buku pelajaran agama sbagai bacaan bagi seluruh umat Islam
- Meningkatkan kegiatan pengajian dan melakukan kajian-kajian keislaman dalam bentuk halaqah, bahtsul masail, diskusi, seminar dan lain-lain
- Melestarikan amaliyah yang telah dirintis para penyebar Islam seperti melaksanakan shalat ghaib pada lailatul ijtima, membaca maulid diba, menggiatkan hadrah, membaca tahlil, dan lain-lain.
Tidak ada komentar untuk "Peran Ulama dalam Jam'iyah NU"
Posting Komentar